Mangkokan
Polyscias scuttelaria
Daun mangkok merupakan tanaman perdu yang banyak ditanam sebagai tanaman hias sekaligus tanaman obat keluarga (TOGA). Tanaman ini memiliki daun yang lebar dan cekung menyerupai mangkuk sehingga dikenal dengan nama daun mangkok. Dalam pengobatan tradisional, daun mangkok sering dimanfaatkan untuk membantu melancarkan produksi ASI, meredakan peradangan, serta menjaga kesehatan tubuh. Tanaman ini mudah tumbuh di daerah tropis dan cocok dibudidayakan di pekarangan rumah.
- Kingdom
- : Plantae
- Divisi
- : Magnoliophyta
- Kelas
- : Magnoliopsida
- Ordo
- : Apiales
- Famili
- : Araliaceace
- Genus
- : Polyscias
- Spesies
- : Polyscias scuttelaria (Burm.f.) Fosberg
- Berupa perdu dengan tinggi sekitar 1–3 meter.
- Batang berkayu dan bercabang.
- Daun berbentuk bulat lebar, tebal, dan cekung menyerupai mangkuk.
- Permukaan daun berwarna hijau mengilap dengan tepi rata.
- Mudah diperbanyak melalui stek batang.
Manfaat
Membantu melancarkan produksi ASI secara tradisional.
Membantu meredakan peradangan ringan.
Mengandung senyawa antioksidan alami.
Digunakan sebagai tanaman hias pekarangan.
Membantu menjaga kesehatan tubuh secara tradisional.
Cara Pemanfaatan
Pilih daun yang masih segar dan tidak rusak.
Cuci daun hingga bersih menggunakan air mengalir.
Daun dapat direbus untuk dijadikan ramuan herbal tradisional.
Daun muda juga dapat dikukus atau dijadikan lalapan sesuai kebiasaan masyarakat di beberapa daerah.
Gunakan secukupnya dan sesuai kebutuhan.
Tips Menanam
Perbanyak tanaman menggunakan stek batang yang sehat.
Gunakan media tanam yang gembur, subur, dan kaya bahan organik.
Letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari pagi atau teduh sebagian.
Siram secara rutin agar tanah tetap lembap, namun hindari genangan air.
Berikan pupuk organik setiap 2–3 bulan agar pertumbuhan daun lebih optimal.
Pangkas cabang yang terlalu rimbun atau daun yang tua untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
“Sehat dari tanaman, hidup lebih nyaman”