← Kembali ke Kebun Desa
TOGA (Tanaman Obat Keluarga)

Belimbing Wuluh

Avverhoa blimbi

Belimbing wuluh merupakan tanaman buah yang banyak dijumpai di pekarangan rumah di daerah tropis. Buahnya memiliki rasa sangat asam sehingga sering dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, minuman tradisional, maupun bahan pengobatan herbal. Selain buahnya, daun dan bunganya juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini mengandung vitamin C, flavonoid, saponin, tanin, dan berbagai senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.

Belimbing Wuluh
Klasifikasi
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Oxalidales
Famili
: Oxalidaceace
Genus
: Avverhoa
Spesies
: Avverhoa blimbi L.
Ciri-ciri
  • Berupa pohon kecil dengan tinggi mencapai 5–10 meter.
  • Batang berkayu dan bercabang banyak.
  • Daun majemuk menyirip berwarna hijau.
  • Bunga berwarna merah keunguan yang tumbuh langsung pada batang atau cabang.
  • Buah berbentuk lonjong, berwarna hijau saat muda dan hijau kekuningan ketika matang, dengan rasa sangat asam.

Manfaat

Membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena kaya vitamin C.

Digunakan sebagai obat tradisional untuk membantu meredakan batuk.

Membantu menjaga kesehatan kulit.

Digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan minuman tradisional.

Mengandung antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas.

Cara Pemanfaatan

1

Buah dapat digunakan sebagai bumbu pada masakan seperti ikan, sambal, atau sayur.

2

Buah dapat diolah menjadi sirup, manisan, atau jus setelah dicampur pemanis.

3

Daun muda dapat direbus sebagai ramuan herbal tradisional sesuai kebutuhan.

4

Buah maupun daun harus dicuci bersih sebelum diolah atau dikonsumsi.

5

Konsumsi secukupnya karena rasa asamnya cukup tinggi.

Tips Menanam

Tanam menggunakan bibit hasil cangkok, okulasi, atau biji yang sehat.

Gunakan tanah yang gembur, subur, dan memiliki drainase yang baik.

Letakkan tanaman di area yang mendapat sinar matahari penuh.

Lakukan penyiraman secara rutin terutama pada musim kemarau.

Berikan pupuk organik atau kompos setiap 2–3 bulan untuk menunjang pertumbuhan.

Pangkas cabang yang tua atau rusak agar tanaman tetap produktif dan mudah dipanen.

Kebun Desa Kedaton

“Sehat dari tanaman, hidup lebih nyaman”